Catatan Djisuk

  • Home
  • Trending
  • _Gadgets
  • _hello
  • contact


"Buku ini sungguh teramat mengagumkan. Hendaknya, para pencari arti kebahagiaan sejati dalam hidup yang singkat dan penuh dengan tipudaya dunia, mestilah membaca buku ini!"

Saya sampai pada halaman 299 buku ini, tepat pada Rabu, 15 April 2020 pukul 03:27 dini hari di atas sofa merah darah ditingkahi motif bunga keemas-emasan.

Buku ini dihiasi dengan 31 Bab ditambah Epilog tanpa perlu dikawal dengan daftar isi yang kadang menimbulkan syak wasangka yang keliru. Atau bahkan optimisme yang terlalu perawan, bagai teka-teki sial yang mengecoh dan mengecewakan.

Selain untuk para pencari arti kebahagiaan sejati yang selalu dirundung kegamangan semesta, pun ini sangat cocok untuk anda yang sedang mencari referensi unik dalam menambah khazanah ilmu parenting yang kita miliki saat ini.

Dalam buku ini terdapat banyak sekali pelajaran berharga yang tak sebanding dengan harga buku ini saat dipinang di Gramedia. Lihat buku-buku terbitan gramedia di sini. Apatah lagi, seluruh alur cerita dan pelajaran yang tertuang di dalamnya selalu di luar dugaan pembaca. Kalau menurut bahasa marketingnya nih, "fasilitas pelayanan di atas ekspektasi."

Ketika anda menyusuri setiap alur cerita pada buku ini, maka jangan heran jika sewaktu-waktu anda akan kembali ke masa kanak-kanak yang sungguh menggemaskan, lalu tiba-tiba anda menjadi orang tua dan anak sekaligus serta menjadi manusia paling beruntung telah berkenalan dengan tokoh-tokoh dalam cerita. Lalu serta merta berharap agar anak yang lahir kelak dari jalur percintaanmu akan tumbuh menjadi anak luar biasa serta memiliki pemahaman yang hebat.

Atau anda akan merasakan penyesalan di setiap penggalan cerita jika mengulas tentang kejadian masa kecil.  Tentang mengapa anda begitu bebal dan suka membuat orang tua marah, serta cenderung menuntut untuk dibelikan hal-hal yang terkesan aneh. Tidak seperti bagaimana tokoh anak dalam cerita ini yang luar biasa sekali karena bisa bersikap dewasa lebih cepat dan lebih baik dari anda.

Atau jika anda adalah seorang ibu maupun seorang ayah. Dalam sekejap anda akan merasa, betapa rugi dan hinanya kita selama ini telah bersikap fatal kepada anak sendiri karena cara mendidik yang salah. Termasuk pula kebiasaan bersikap tidak adil kepada diri sendiri karena terlalu sibuk ngurusin hidup orang lain, sementara lupa membenahi rumah tangga sendiri.

Atau jika anda adalah seorang guru, yang masih kaku atas aturan-aturan baku yang mengungkung kreativitas, maka buku ini cocok untuk dijadikan referensi.

Dan bila saat ini anda adalah seorang hakim, jaksa, atau penegak hukum apapun itu, maka berhentilah menyembah pada ketakutan yang bermahkotakan kepentingan diselubungi rupiah.

Dan jika anda, siapapun itu yang sedang mencari jawaban atas keresahan banyak hal tentang hidup, maka buku yang berjudul Ayahku Bukan Pembohong ini terbitan Gramedia karya Bang Tere Liye, sungguh sukses menjadi apa saja yang berguna bahkan sangat berharga untuk pembaca yang budiman.

Termasuk buku ini dapat menjadikan kita kembali seperti anak kecil di masa lalu dan tiba-tiba melompat jauh ke masa mendatang menjadi seorang sufi yang teramat bahagia.

Setelah membaca buku ini, anda akan menemukan jalan untuk memaafkan apa yang pernah melukaimu bahkan jika itu menusuk relung paling dalam.

Akhirnya kita kembali ke topik buku ini. Ayahku maupun ayahmu, sungguh benar-benar bukan pembohong.

Selamat membaca.

#panjangumurliterasi
#bukuindonesia

Makassar, 15 April 2020.

  • 5 Comments
Djisuk


Para pembaca yang budiman. In Syaa Allah., pada Ahad, 23 Februari 2020, Pecandu Aksara akan kembali mengadakan Workshop Literasi di kota Makassar yang bertempat di Pisang Goreng Nugget (PGN) Pettarani.

Pada workshop kali ini. Alhamdulillah saya mendapat undangan dari Pecandu Aksara untuk mengisi acara tersebut yakni bagaimana 'Cara Menulis Resensi Buku'.

Meski kegiatan ini terkesan klasik dan terus berulang menghiasi pojok-pojok ruang dan waktu yang terus bergerak ini. Namun demikian, saya tetap menganggap bahwa segala sesuatu yang pernah terjadi dan diulang pada waktu yang lain, maka sesuatu itu akan menjadi hal baru bagi orang-orang yang belum pernah berkenalan dengan sesuatu itu di waktu lampau.

Termasuk dalam dunia kepenulisan. Meski sudah banyak yang expert di bidang ini, akan tetapi, saya yakin setiap waktu pastilah banyak orang yang ingin menemui hal-hal baru menurutnya walau seperti yang saya katakan tadi, bagi orang yang sudah jago di bidang tersebut akan beranggapan bahwa ini biasa-biasa saja.

Tapi bagi orang yang baru menjumpai dunia tulis-menulis atau yang dikenal dengan istilah newbie (pemula), akan berkomentar bahwa ini pengalaman baru dan boleh jadi sungguh mengesankan. Setidaknya ada rasa bangga dalam dirinya sendiri yang tidak bisa dipahami oleh orang lain. Sebab, ini tentang rasa.

Maka, pesan yang ingin saya sampaikan adalah, tidak ada yang benar-benar tua dalam artian lain, bukan umurnya. Begitu pun sebaliknya. Tidak ada yang benar-benar baru, karena semua yang terjadi di alam semesta ini merupakan proses implementasi dari karya-karya sebelumnya di tempat lain dan lain waktu.

Setidaknya itu sudah pernah tercipta di realitas internal meski belum pernah tercipta di realitas eksternal.

Kadangkala seseorang menganggap sesuatu yang baru ditemuinya merupakan benda atau kondisi yang sangat eksklusif dan benar-benar spesial. Sementara menurut orang lain, apa yang dianggapnya baru oleh orang selain dirinya, justru menjadi sesuatu yang sudah lama menurut dirinya sendiri.

Maka, tidak ada yang benar-benar baru dan lama. Sebab di alam semesta ini, ada begitu banyak hal yang tetap susah ditebak. Maka sungguh benar kata pepatah. "Alam terkembang menjadi guru yang paling bijaksana..."--kalau tidak salah, penggalan kalimat ini saya dapat di buku Anak Rantau karya A. Fuadi salah seorang jurnalis dan penulis novel yang tergolong produktif di tanah air ini.

Dan pepatah lama ini juga saya persembahkan kembali meski saya tak tahu ini milik siapa. Tapi semoga Allah Yang Maha Esa memberi amal jariah padanya. "Setiap orang punya waktu, dan setiap waktu pasti punya orang." (Anonim).

Akhirnya, saya ingin menyampaikan. Jangan lupa datang di workshop yang diagendakan oleh Pecandu Aksara pada Ahad, 23 Februari 2020 di PGN Pettarani Kota Makassar.

"Kalau kalian bukan anak raja dan bukan anak ulama yang besar, maka menulislah." (Imam Al-Ghazali).

Mari membaca dan menulis demi perbaikan peradaban.
***
Note :
Pembaca yang tercinta. Silakan dibaca juga tulisan-tulisan saya yang lain di blog ini. gratis ji.
  • 0 Comments
Djisuk


Ini waktu saya diundang oleh kawan-kawan dari Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa (HIPPMA) Beroanging.

Maksud undangannya adalah untuk memantik potensi minat baca kawan-kawan baik pelajar, pemudan dan mahasiswa yang tergabung dalam himpunan tersebut.

Mengingat setelah manusia mencemplungkan dirinya ke dalam zaman serba cepat dengan media teknologi yang sudah begitu canggih. Dikhawatirkan populasi para pecandu buku akan berkurang oleh sebab teralihkannya kepada gadget yang serba ada. Ibarat pebisnis, ini disebut sebagai konsep palugada (apa lu mau gua ada).

HIPPMA Beroanging


Meski beberapa kalangan tetap optimis dengan arus teknologi yang begitu aduhai, tapi tetap saja, manusia saat ini digiring ke kandang konsentrasi film pendek. Manusia akan cenderung kepada proyeksi film pendek dengan durasi 1-5 menit. Setelahnya manusia akan bosan dengan video yang berdurasi panjang.

Dengan kata lain, manusia saat ini betul sudah di bawah kendali teknologi. Kita bukan lagi sebagai khalifah di muka bumi--pengelola--melainkan sebagai budak-budak teknologi yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Dengan kata lain, teknologi ini tak ubahnya seperti senjata makan tuan.

Olehnya itu, kesadaran mengkorelasikan antara teknologi dan literasi sungguh teramat penting. Semangat mencintai ilmu yang berjejer rapi di halaman kertas penuh aroma khas yang menggairahkan.

Secanggih apapun teknologi sepanjang masih bergantung pada jaringan, maka pasti akan terganggu juga.

Maka cintailah buku, karena referensinya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu kita bisa merabanya sebagai pengganti kekasih di saat kesepian. 😂😂 well, apapun itu, carilah sendiri sebab-sebab anda bisa mencintai buku-buku mungil itu.

***
  • 0 Comments
Postingan Lama Beranda

About me

a


Djisuk

"Hobi Nulis dan Jalan-jalan.”


Follow Us

  • instagram
  • facebook
  • Twitter

Cari Blog Ini

Banner spot

Blogger Makassar

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri

instagram

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top